Tuesday, May 19, 2009

dia.

dia.
seorang anak kecil.
dia.
berumur 7 tahun.
dia.
pun tak tahu sedang berada dimana.
dimana.
gelap. luas. dan hanya satu sumber cahaya. sebuah pintu.
pintu itu.
jauh.
dia.
berjalan ke arah pintu itu.
dia.
membuka pintu itu.
ruangan di balik pintu itu.
terang. emas. emas dimana mana. ada seseorang.
seseorang.
pria paruh baya. pakaian mewah. berhias emas.
dia.
bertanya, "apa yang bapak lakukan disini?".
bapak.
menjawab, "saya sedang mengumpulkan emas emas saya".
dia.
bertanya, "lalu setelah itu?".
bapak.
menjawab, "saya akan menghitungnya".
dia.
bertanya, "lalu setelah itu?".
bapak.
menjawab, "saya akan menghamburkannya lagi."
dia.
bertanya, "lalu setelah itu?".
bapak.
menjawab, "saya akan mengumpulkannya lagi."
dia.
bertanya, "lalu setelah itu?".
bapak.
menjawab, "saya akan menghitungnya".
dia.
bertanya, "lalu setelah itu?".
bapak.
menjawab, "saya akan menghamburkannya lagi".
bapak.
menambahkan,"mungkin saya akan membeli sesuatu".
dia.
bertanya, "dimana?".
bapak.
menjawab, "saya tak tahu".
dia.
berkata, "mungkin bapak harus mencari orang lain dan mengajaknya bertukaran emas dan sesuatu".
bapak.
berkata, "tapi kamulah satu satunya orang yang pernah saya temui, disini hanya ada emas".
bapak.
menunduk.
bapak.
berkata, "mungkin ada manusia di balik pintu seberang sana, tapi saya takut bergerak. tak ada yang menjaga emas emas ini".
dia.
berkata, "kalau begitu, mungkin bapak bisa memakan emas emas ini saja, memakai emas emas ini saja, dan bercerita dengan emas emas ini saja".
bapak.
tertunduk dan berpikir.

dia.
melanjutkan perjalanan menuju ke pintu.
ruangan.
meja penuh dengan kertas kertas dan pena. dibelakangnya ada seorang kakek berumur 70an tahun. botak. kurus. berpakaian rapi.
dia.
bertanya, "apa yang kakek lakukan disini".
kakek.
menjawab, "saya sedang berusaha menemukan rumus ruang dan waktu. saya telah melakukan ini seumur hidup saya".
dia.
bertanya, "lalu setelah menemukan rumus itu?"
kakek.
menjawab, "manusia akan mampu melakukan perjalanan antarcahaya".
dia.
bertanya, "lalu setelah itu?"
kakek.
menjawab, "saya akan berguna bagi orang lain".
dia.
bertanya, "dimanakah orang lain itu?"
kakek.
menjawab, "mungkin saja dibalik pintu seberang sana, mungkin saja."
kakek.
menambahkan, "saya tidak pernah ke balik sana, saya hanya melakukan pekerjaan saya sepanjang waktu, saya sangat sibuk"
dia.
bertanya, "lalu apa yang akan kakek lakukan seandainya saja orang orang di balik sana tidak membutuhkan rumus kakek?"
dia.
bertanya, "apa yang akan kakek lakukan seandainya saja orang orang di balik sana telah melakukan perjalanan antarcahaya semenjak berpuluhpuluh tahun yang lalu"
kakek.
tertunduk dan berpikir.

dia.
melanjutkan perjalan menuju ke pintu.
ruangan.
sebuah hall istana. berhiaskan bendera kerajaan. karpet hijau panjang membentang. di ujung salah satu karpet terdapat sebuah singgasana. di atasnya duduk seorang raja.
raja.
muda. dengan mahkota di kepalanya.
dia.
bertanya, "apa yang raja lakukan disini?"
raja.
menjawab, "saya sedang menjalankan tugas saya sebagai seorang pemimpin. saya adalah raja termuda. tapi kekuasaan saya telah mencapai penghujung dunia."
dia.
bertanya, "apa yang anda lakukan sebagai pemimpin?"
raja.
menjawab, "saya telah merencanakan untuk melakukan pembangunan di sektor pertanian dan perdagangan. saya juga telah merencanakan untuk mengenakan pajak kepada para rakyat yang telah melaksanakan panen atau berdagang ke negeri seberang. dan saya akan memperluas daerah kekuasaan saya"
dia.
bertanya, "lalu siapakah yang akan menjalankan rencana rencana raja seluruhnya?"
raja.
menjawab, "tentu saja menteri, pasukan dan rakyat rakyat saya"
dia.
bertanya, "dan dimanakah mereka sekarang?"
raja.
menjawab, "mereka ada di balik pintu itu. saya mendengar suara suara mereka sepanjang hari. tapi saya sibuk menyusun rencana disini seumur hidup saya. saya pun tak pernah bertemu mereka"
dia.
bertanya, "bagaimana raja bisa mengatur rencana, tanpa mengetahui keadaan rakyat raja sendiri."
raja.
menjawab, "hal ini selalu dilakukan para raja pada umumnya. duduk. menyusun rencana. dan memerintah."
raja.
menambahkan, "sekarang saya tinggal memerintah menteri saya."
raja.
berpikir.
raja.
bertanya, "tapi bagaimana saya bisa memerintah mereka. nama mereka pun saya tidak tahu."
raja.
tertunduk dan berpikir.
dia.
melanjutkan perjalanan menuju ke pintu.




"Happiness only real when shared"
Christoper McCandless dalam "into the wild"



ps: saya tidak tau sedang menulis apa.
terkadang saya hanya mendengar orangorang berteriak "PERUBAHAN! PERUBAHAN!"
namun kemudian tidak ada yang terjadi.

2 comments:

  1. nyooong...
    tengkyu yaaa dah mampir ke blog ku yang ngga pernah aku update..dan mau aku update lagi,.hahhaa..(po jal...)

    selamat kembali ke tanah air..
    aku tu mau komen bingung kemana jadi aku mampir lah di posting yang ini..lumayan..buat say hi..
    jadi maap kalo sepantasnya di ketik disini..:D
    oleh2 say!

    ReplyDelete
  2. kalimat berubahnya dari satria baja hitam???
    hahaha
    iya nii..mn oleh2!!

    *tak tau mo komen ap,. soalnya dipaksa.

    _Neng aY cantiq_

    ReplyDelete